Entri Populer

Rabu, 04 Januari 2012

Dialog Interaktif


Dialog Interaktif TVRI: "Memanusiakan Manusia (dalam konteks keluarga)"
17 November 2006


Moderator: Apa kabar Pak Anand? Tetap segar bugar?

Anand Krishna: Baik, Alhamdullilah.

Moderator: Beberapa waktulalu kita membicarakan memanusiakan manusia secara macro. Kira-kira bisa digambarkan memanusiakan manusia dalam konteks keluarga?

Anand Krishna: Saya tadi mengucapkan Alhamdullilah ada maksudnya. Keluarga berasal dari dua kata Kula dan warga. Kula itu marga. Seperti di Batak ada pangabean, panjaitan. Nah marga ini kula yang berkaitan dengan warga saya yang barangkali agamanya sama, pekerjaannya barangkali sama. Ada satu garis keturunan. Tetapi ketika kita berbicara warga, bisa berarti warga sedesa. Ada desa pemahat batu.Celuk, Mas Begitu kita berbicara warga maka ada interaksi dengan orang-orang yang banyak perbedaannya. Kalau kita berbicara dengan orang-orang di Indonesia mayoritas beragama islam.kristen katholik. Kita berinteraksi dengan orang2 yang ada perbedaan. Bagaimana kita mengharmoniskan seluruh interaksi ini. Ketika ada perkawinan barangkali satu kula masuk ke kula yang lain, dan disitu ada perbedaan. Terjadi interaksi,ada take and give,Bagaimana kita mengakomodir perbedaan.kalau itu terjadi maka akan harmonis Bayangkan seperti suami istri. Katakan di keluarga Hindu saja suami berasal dari Bali. Si istri berasal dari India,atau nepal. Walaupun sama-sama hindu ada perbedaan. Dan disitu dibutuhkan pengertian dan penyesuaian.

Moderator: Dalam basis manusia keluarga seolah-olah manusia yang terlibat sangat terbatas. Ada Bapak, ibu, anak. Sehingga katagori dan relasi-relasi yang tertata sedemikian rumitnya pak.

Anand Krishna: Sekarang lebih rumit sekali karena perubahan yang terjadi cepat sekali. Jaman saya tidak ada play station sehingga anak-anak harus berinteraksi sejak kecil dengan anank-anak yang status sosialnya berbeda, dan barangkali dari marga lain. Sudah terjadi interaksi sejak kecil. Dan sekarang sebatas jam sekolah dan saat mau masuk sekolah sehingga dia tidak berinteraksi lebih sering masuk kamar dan kutak-kutik dengan komputer, nonton TV jadi tidak punya kesempatan melihat perbedaan sehingga penyesuaiannya tidak terjadi.

Moderator: Ini menjadi menarik ketika peran media masuk dengan tehknologi baru masuk dalam ruang keluarga sehingga merubah peran relasi antar generasi dalam keluarga itu sendiri apalagi dalam skala lebih luas. Kira-kira dimana orang tua memposisikan diri agar kemudian ia dapat membentuk generasi baru yang dapat mengatasi bahkan melampaui batas-batas itu.

Anand Krishna: Pertama-tama mari kita melihat secara holistik. Bagaimana orang tua membatasi nonton TV sehingga program-program yang kita tonton berguna bagi kita selektive. Mata kita tidak bisa melihat tv selama 4 jam sehingga mau tidak mau kita melihat TV Video , DVD, harus selektif tidak cuma sekedar nonton saja dan itu anak diajarkan pada anak bahwa mata kamu itu sangat berharga sekali. Anak-anak dibawa ke Tuna netra diajarkan sejak kecil. Sehingga tahu sendiri.

Agus Gianyar: Dari kacamata spiritual Bapak, Saat ini kita kedatangan tamu Presiden George Bush dan bagaimana pengaruhnya terhadap perkembangan kemanusiaan di Indonesia?

Anand Krishna: Dalam tradisi kita memiliki pepatah nasehat upanishad. Atithidevo bava anggaplah tamumu adalah dewa. Maatrdevo bava, Acharyadevo bava Kita menghormati tamu. Saya pribadi tidak setuju dengan foreign policy-nya Amerika.yang sejak perang dingin tidak berubah. Tetapi saya juga tidak setuju ketika Bush datang kesini dan kita dengan ganas membakar patung dia, bendera dia. Saya kira itu sangat tidak sopan. Bagaimana kalau ada orang tidak setuju dengan SBY dan membakar bendera kita di luar negeri? Saya kira darah saya akan mendidih.dan saya akan meninggalkan ahimsa dan menampar dia. Bendera saya adalah bendera yang saya sakralkan. Bagaimana orang Amerika akan simpati kepada kita. Disini kita menngani berbagai hal tidak bisa. Menangani teroris tidak bisa, dan kita tidak bisa hidup tanpa bantuan Amerika dan besok-besok kita kena embargo? Saya ingin mengajak para pemirsa dari berbagai latar belakang semua agama barangkali ya, kita bicara begitu banyak tentang
Amerika. Yang namanya Palestina yang kita ingin dukung, kena embargo beberapa bulan saja sudah babak belur. Sekarang mereka harus mengganti pucuk pemerintahanya sehingga netral sehingga embargonya di leften. Bagaimana kita bisa berbuat sesuatu yang berdasarkan arogansi saja itu akan mempengaruhi anak-anak kita mau tidak mau layar itu masuk kerumah tangga. Saya akan memohon pada televisi tidak usah diberitakan. Kalau ada pembakaran bendera jangan diberitakan.

Moderator: Kalau Hindu memandang begitu penting dan strategisnya keluarga dalam kelangsungan peradaban suatu bangsa. Kalau keluarga.sudah rapuh ya tinggal tunggu waktu peradaban akan hancur. Dan inti dalam peradaban adalah perempuan. Ibu. Kemudian kita harus memahami ibu anak dalam konteks memanusiakan manusia.

Anand Krishna: Dalam Uphanisad sebelum Atithidevo bava adalah Maatrdevo bava, anggaplah ibumu sebagai Tuhan karena kita meneenal dunia ini lewat ibu. Selama 9 bulan kita berada dalam kandungannya. Dan sekarang sudah terbukti dalam medis biologispun sudah terbukti bahwa dalam DNA kita kromosom X itu adalah perempuan kita mewarisi dari ibu kita dan kromosom X yang memberi energy. Kalau kita tidak mempunyai kromosom X maka kita tidak akan bergerak. Mati kita. Dalam tradisi hindu wanita disebut shakti. nama lain dari energy. Dan kalau wanita memiliki kedudukan yang begitu tinggi. Saya kira kalau mau merubah situasi, pertama-tama bukan cuma cengeng ingin mendapatkan kursi DPR tapi mulai merubah dan memberdayakan diri. Bukan saja kursi di DPR begitu banyak yang bisa ditangani oleh perempuan. Ketika wanita sudah memberdayakan dirinya. Anak akan mewarisi energy dia. Energys spiritualitasnya yang telah memberdayakan dirinya. Sekarang banyak wanita masih menggunakan pepatah
kodrat saya sebagai wanita, bagaimanpun saya wanita. Ini harus dihilangkan

Susila: Dialog yang sangat menarik. Keluarga kecil interaksi antara suami istri tidak lepas dari ego masing2.bagaimana untuk meredam ego dll.

Anand Krishna: Seperti yang saya katakan mengakomodir perbedaan. Itu penting sekali. Tetapi saya akan bertanya lebih jauh sedikit. Apakah keluarga itu hanya suami, istri, anak? Celakanya sekarang tidak demikian. Berapa jam anak kita bersama kita, pembantu, TV. Pengaruhnya luar biasa. Keluarga tidak bisa kita batasi dengan bapak dan ibu saja.

Moderator: Kadang bersama tapi tidak terjadi interaksi begitu Pak Anand ya?

Anand Krishna: Saya kira disitu harus kembali konsep dasar keluarga besar. Sekarang ini kita mengikuti konsep barat. Dan keluarga kita semakin sempit, makin sempit apalagi di Bali jangan sampai ada partement itu akan mengacaukan kita lagi. Saya mengambil contoh teman saya di Amerika bercerita bahwa orang tuanya di taruh di panti jompo, dia bayar kesana kemudian anaknya dia taruh di panti anak. Suatu saat si anak membawa pulang orang tuanya. Orang tua itu digaji oleh panti anak untuk menjaga anak-anak. Padahal itu bisa dilakukan di rumah. Bagaimana kita memanfaatkan grand mother-grand father untuk menjaga cucu-cucunya dirumah. Sehingga itu memberikan motivasi kepada mereka sehingga lebih bergairah menghadapi kehidupan ini.

Sehingga kita mengembalikan konsep dasar sudah waktunya kita melihat jauh ke depan. Kalau kita menruskan peradaban seperti ini maka kita akan kehilangan kemanusiaan kita seperti mesin saja dan peradaban tidak akan bertahan lama.

Gus Suteja: Pandangan hidup orang Bali bahwa kebudayaan itu adalah pengetahuan manusia yang diselimuti nilai-nilai moral dan estetika. Adakah konsepsi keseimbangan pengembangan antara perasaan dan kesadaran lingkungan bagaimana memotivasi ke desa?

Anand Krishna: Seluruh tradisi Hindu, sistem yoga, tidak bisa dipisahkan dari lingkungan. Seluruhnya satu paket. Seperti di Bali berkembang Trihita Karana dan itu sudah satu paket dengan kehidupan itu sendiri yang tidak bisa hanya diupakarakan. Celakanya sekarang kita berhenti disitu. Padahal kita mengenal air itu dan menghormati jangan sampai air itu tercemar. Berarti apa kalau kita mengadakan upacara jangan mencemari laut kita. Kita disatu pihak ingin menghormati air tetapi kita mencemari air. Ini berarti beribadat kurang inteligen. Nggak nyambung. Kita menghormati energi agni hotra banyak orang yang latah dari India dulu nggak ada tapi sekarang kita mengenal, no problem. Tapi intinya apa? Adalah menghemat energi, api itu adalah energi sehingga geothermal tidak jadi. Ini adalah Yajnya. Bukan dengan cuma upakara membakar gee membakar minyak samin yang dimport dari Australia harganya mahal sekali, supaya Bali bisa swasembada dengan listrik. Kita tidak perlu geothermal
kita tidak tahu apakah kontraktornya secerdas yang kita harapkan? Sudah ada kuala lumpur di Sidoardjo, jangan ditambah lagi.

Moderator: Dalam keluarga yang relasinya kecil tapi sesungguhnya perbedaan sudah sedemikian besar antar suami dengan istri, anak dengan istri. Bagaimana?

Anand Krishna: Sepertinya kejadia ini sudah pernah terjadi. Sehingga diajarkan latihan dalam Yoga, atau tradisi dalam Bali ketika mengadakan Trisandya selalu ada sesi dimana mengucapkan pranayam. Walau praktisnya Cuma diucapkan saja barangkali lalu dilanjutkan dengan mantra-mantra lain. Kita lihat sekarang mungkin istri berasal dari Jawa suami barangkali dari Bali besarnya. Disitu bagaimana kalau bisa membuat kepala kita membuat otak kita dingin dan memandang suatu keadaan dengan jernih sehingga tidak terjadi friksi. Dalam Yoga kita diajarkan untuk prananyam menjadi tradisi Bali sederhana sekali tarik nafas buang nafas 10 menit sore, sepuluh menit pagi itu akan memberikan kekuatan bagi pikiran kita untuk bisa bertahan mengelola suatu informasi tidak langsung reaktif karena reaksi adalah suatu kwalitas yang inheren yang kita warisi dari binatang. Melekat sekali. Tapi manusia punya wiweka punya budhi. Kamu serang saya tidak mau serang kembali. Nah, bagaimana kita
memperoleh kekuatan itu dari pikiran yang jernih dan pranayam menjadi suatu keharusan.yang harus kita berikan pada anak-anak kita menjadi suatu model Dengan senang hati saya akan membantu Pemda. Kalau bisa anak-anak dari SD Mereka akan mencari kembali pengalaman itu.

Moderator: Sekarang perbedaan antara anak sendiri bagaimana melatih anak-anak agar biasa dengan perbedaan?

Anand Krishna: Saya rasa itu peranan pendidikan tapi kita tidak usah menggantungkan pemerintah mari kita melakukan sebatas yang kita bisa. Bagaimana menciptakan suatu sekolah ini tidak memnjadi tempat yang ditakuti bagi anak sehingga ketika bangun pagi tidak berpikir wah sekolah lagi hari ini. Kita harus secara cerdas berpikir saya bicara untuk beberapa tahun ke depan.

Septena: Saya pengagum Bapak Anand Krishna, saya ingin bertanya ada beberapa Sulinggih mengatakan orang yang cacat tidak bisa menjadi orang panutan dalam agama?

Anand Krishna: Ini berbahaya bagi saya untuk menjawab, tapi saya harus menjawab. Ada satu kitab suci dalam Hindu, Astavakra Gita. Ditulis oleh Mahatma, Sulinggih Besar, jauh dari seorang Brahmana barangkali, karena dia mengajarkan spiritualitas kepada raja Janak, dan raja Janak ini ingin belajar spiritualitas. Ajarkan saya instant pokok-pokok dari spiritualitas. Semua orang memberikan macam-macam tapi raja tidak puas. Kemudian ada anak yang bengkok tubuhnya ada 8 bengkokkan dalam tubuhnya dan disebut Astavakra. Dan anak ini bisa menjawab dan memuaskan raja. Dan nama ini diabadikan dalam Astavakra Gita.

Moderator: Di tingkat keluarga orang tua begitu bingung antara memanjakan, mendidik dengan memberi uang saya sering melihat anak TK sering diberi uang berlebihan.

Anand Krishna: Ini kecelakaan akibat orang tua tidak cerdas dan memanjakan anak. Anak SD sudah punya Handphone. Ini masalah Psikologis. Ada semacam duty feeling karena orang tua sibuk di kantor. Tetapi mereka tidak tahu bagaimana mengatasi ini semua dan memberikan materi berlebihan kepada anak. Ini menjerumuskan si anak. Kesalahan yang besar. Saya melihat sumber alam kita luar biasa. Walau Bali sudah di Bom 2 kali, ada masalah tapi juga bisa survive, karena suber alam yang luar biasa. Kalau sumber alam ini mengalami kemerosotan atau terjadi kemarau panjang maka anak-anak ini tidak punya drive untuk berkembang.

Pak Made: Hindu itu terbesar di dunia? Bagaimana menurut Bapak?

Anand Krishna: Saya tidak mengatakan terbesar, tapi Peradaban Hindu sudah ada di dunia. Orang-orang Hindu di Bali jangan merasa down atau bagaimana 1 miliar manusia beragama Hindu. Dari Elbert Einstein hingga Steven Howky terpengaruh dengan peradaban Hindu dan ajaran-ajarannya. Hindu tidak minoritas, relevansi peradaban Hindu berkembang hingga saat ini. Coba perhatikan dengan peradaban Mesir dan Romawi hilang, yang ditinggalkan hanya stadion dan bangunan-bangunan lainnya. Tapi Peradaban Hindu masih Hidup dan mengalir hingga sekarang.

Moderator: Bagaimana cara orang tua agar bisa membagi waktu dan mengajar anank2 dan mencari uang.

Anand Krishna: Kuncinya adalah harus kembali kepada ajaran Budha karena kuncinya keserakahan, keinginan yang bertubi-tubi. Mahatma Gandhi mengatakan bahwa kebutuhan bisa dipenuhi, tapi keinginan, kemauan tak bisa dipenuhi. Seandainya kita pahami dengan betul, seorang ayah dapat bekerja, ibu dapat bekerja dengan tidak terikat dengan pekerjaannya. Sehingga masih punya waktu terhadap anaknya karena pengaruh ibu terhadap anak sangat besar.

Made Sila: Kalau kita berpikir di Bali Banyak sekte-sekte agama disatukan pada jaman dahulu hingga terbentuk Kahyangan tiga. Sekarang banyak dari India ada Sai Baba, ada Hare Krishna dll apakah ini dari Hindu atau apakah ini dari Hindu asli kemudian pindah ke aliran ini, dan apakah ini berbeda dengan Hindu di Bali atau di India?

Anand Krishna: Saya menolak mengindiakan Bali. Kalaupun ada sekte-sekte kalau teman-teman dari Sai Center masih ingat, 20-an tahun saya yang memberikan ijin kepada mereka untuk memakai Tirtha. Karena Tirtha adalah tradisi Bali. Bahkan saya menyarankan kidung-kidung dari Hindi diterjemahkan dalam bahasa Bali Cuma itu belum terjadi. Dan banyak teman2 dari India menentang. Sekarang saya agak marah mendengar pertanyaan seperti ini karena sekarang pertikaian di PHDI ini karena sekte dari India atau sekte dari Bali sendiri? Itu khan bukan karena pengaruh dari India tapi kita tetap berantem. Ada sektarian di Bali sendiri. Hindu mempunyai kepribadian sendiri. pemahaman Hindu adalah tempat manapun adalah suci adanya pelangkiran adalah bukti. Ada mantra-mantra di Hindu segelas air diangkat oleh pedande mengucapkan mantra untuk air thirtha ini adalah sapta shindu berasal dari manapun ini adalah sudah dari 7 sungai suci Shindu. dimanapun suci, Tat Wam Asi dimana-mana saya melihat kesucian. Apabila ditanya tentang Hindu yang asli ini yang mana? Inilah kekuatan Hindu. Swami Vivekananda mengatakan kekuatan Hindu adalah karena tidak mengenal titik melainkan koma. Kehidupan berjalan terus dan mengalami pertumbuhan.

Moderator: Bagaimana kita membiasakan merayakan perbedaan di tingkat keluarga.

Anand Krishna: Mulai dengan hal2 yang kecil Makan bersama kegiatan yang kita lakukan bersama. Apakah anak2 dalam satu minggu libiur hanya diantar ke Mall saja.ini cari jalan keluarnya tempat2 hiburan dicari jalan keluarnya
Itu peran media di lokal Bali menciptakan komik2 yang pop kisah Sutasoma, Gatotkaca dan hal2 lain kita kembangkan.

Moderator: Bagaimana memunculkan antara modernitas dengan tradisi? Mana yang harus dipilih?

Bu Astrid: Kedatangan Bapak bisa membantu generasi muda menghilangkan hal-hal yang negatif. Ayah adalah kepala keluarga dan istri adalah kasih sayang. Seorang wanita diangkat di acara sangat luar biasa. ini yang perlu dibanggakan tetapi saat ini wanita diangkat sangat agung Tuhan Kedua dan bahsa yang indah tapi sata ini wanita tidak diposisikan sebagaimana mestinya di lecehkan poligami dll. Bagaimana pendapat Bapak terjadi diskriminiasi terhadap wanita.

Anand Krishna: Pemberdayaan diri jangan tunggu belas kasihan pria. Ubah idiom ”Kamu khan cewek!” Atau ”Kamu jangan menangis kayak cewek saja”. Seorang wanita tidak kawin disebut ini berat jodoh dan paradigma harus dirubah. Emangnya kenapa? Dan seorang pria yang kawin jangan menganggap istri sebagai pembantu yang dilegalisasi oleh akte perkawinan. Harus ada pembagian tugas dan kerjasama.

Dalam era globalisasi kemjuan teknologi tidak bisa dihindari.. Bagaimana menggunakan teknologi unuk menyebarkan luaskan nilai-nilai Budaya-budaya kita. Mari kita manfaatkan teknologi itu. Harus ada dana khusus oleh Pemda untuk menyebarkan budaya kita ini adalah bagian Yadnya kita dan komik ini adalah yadnya peradaban sehingga pemda membantu agar lebih murah. Dyan atau charity terbesar adalah menyumbangkan bagi Widya. Vyasa mengatakan charity terbesar adalah memberikan widya ilmu pengetahuan.

Dalam memberdayakan anaknya sebagai manusia yang berguna bagi masyarakat peran orang tua sangat penting. Untuk mencapai itu apakah orang tua bisa mencontohkan jejak dan memberikan peneladanan dan keteladanan. Kalau tidak ya tidak bisa mengharapkan apa-apa.

Wibisono: Dari segala macam perbedaan tujuannya cuma satu keliang kubur, nirwana atau neraka kata orang bilang begitu ya pak? Saya ingin menjadi yang terbaik dalam segala hal apakah itu betul pak. Anand Krishna: Itulah tujuan kita memperbaiki diri, bagaimana kita berevolusi dengan berkesadaran. Bukan cuma maju saja dan tujuan kita pertumbuhan itu sendiri, bukan nirwananya atau apanya.

Moderator: Bagaimana orang tua agar berpikir sesungguhnya sekala besar kalau bisa berbuat sekala besar baik, tapi sekala kecil mendidik anak dengan baik menjadi berviveka berbudhi baik sudah menyetor saham bagi pembangunan peradaban dunia.

Anand Krishna: Saya kira perlu kerelaan dari yang kita muliakan para Sulinggih, Agamawan, Pedande Untuk mensimplifikasikan upacara bukan menghilangkan dan menjelaskan ketika kau menyumbang untuk membeli buku dan menyumbangkan buku itu bagi ponakannya dan anak2 lain itu adalah bagian dari agama bagian dari Yadnya. Agama bukan cuma upacara mebhakti dan lain-lain. Itu butuh kerelaan. Kalau tadinya dapat charity berapa dan bagian itu untuk Widya.

Moderator: Bukankah apabila semua masyarakat cerdas maka peran Sulinggih sudah tercapai?

Anand Krishna: Itu yang di butuhkan.


















Senin, 02 Januari 2012

Pemetaan Indikator Bahasa Indonesia SMP

PEMETAAN INDIKATOR

NAMA SEKOLAH          :............
KELAS                          : VII
SEMESTER                   : I
TAHUN PELAJARAN     :

NO
SEMESTER
STANDAR  KOMPETENSI
KOMPETENS DASAR
INDIKATOR
1
I
1.Mendengarkan Memahami  wacana lisan melalui kegiatan  mendengarkan  berita
1.1 Menyimpulkan  isi berita yang dibacakan dalam  beberapa kalimat
·   Mampu menunjukkan pokok-pokok berita yang didengarkan
·   Mampu menyarikan  pokok-pokok  berita menjadi isi berita
·   Mampu menyimpulkan isi berita dalam satu alinea.
2
1
1.Mendengarkan Memahami  wacana lisan melalui kegiatan  mendengarkan  berita
1.2 Menuliskan kembali  be­rita yang di­bacakan ke dalam bebe­rapa kalimat
·   Mampu menemukan pokok-pokok berita yang didengarkan melalui radio/televisi/surat kabar/majalah
·   Mampu menuliskan isi berita yang didengar ke dalam beberapa kalimat
·   Mampu menulis berita berdasarkan kalimat-kalimat yang telah dibuatnya
3
1
2. Mengungkapkan pengalaman dan informasi melalui kegiatan bercerita dan menyampaikan pengumumam
2.1 Mencerita­kan peng­alam­an yang paling me­nge­sankan dengan mengguna­kan pilihan kata dan kalimat efektif
·   Mampu mendata pokok-pokok cerita pengalaman yang me­nge­sankan
·   Mampu menyusun pokok-pokok cerita menjadi rangkaian cerita pengalaman melalui tanya ja­wab
·   Mampu menceritakan penga­laman yang paling menge­san­kan berdasarkan pokok-pokok rangkaian cerita dengan meng­gunakan pilihan kata yang tepat dan kalimat efektif
4
1
2. Mengungkapkan pengalaman dan informasi melalui kegiatan bercerita dan menyampaikan pengumumam
2.2 Menyam-paikan pengu-mumam de­ngan intonasi yang tepat serta meng­gunakan ka­limat-kalimat yang lugas dan sederha­na

·   Mampu menentukan  pokok-pokok pengumuman
·   Mampu merangkai pokok-pokok pengumuman menjadi sebuah pengumuman
·    Mampu mengumumkan dengan intonasi yang tepat serta menggunakan kalimat yang lugas dan sederhana
5
1
3. Memahami ragam teks nonsastra dengan berbagai cara membaca
3.1 Menemu-kan makna kata tertentu da­lam kamus secara cepat dan tepat de­ngan konteks yang diingin­kan melalui kegiatan mem­baca memindai
·   Mampu menemukan lema secara cepat dan tepat
·   Mampu menemukan makna kata secara cepat dan tepat sesuai dengan konteks yang diinginkan
6
1
3. Memahami ragam teks nonsastra dengan berbagai cara membaca
3.2 Menyim­pul­kan isi baca­an setelah membaca ce­pat 200 kata per menit

·  Mampu membaca cepat 200 kata per menit
·                   Mampu menjawab dengan benar 75% dari jumlah pertanyaan yang disediakan
·  Mampu menyimpulkan isi bacaan dengan cara merangkai pokok-pokok bacaan
7
1
3. Memahami ragam teks nonsastra dengan berbagai cara membaca
3.3  Memba­ca­kan berbagai teks perang­kat upacara dengan into­nasi yang tepat
·   Mampu mengidenMtifikasi berbagai teks perangkat upacara
·   Mampu membacakan berbagai teks untuk upacara bendera dengan intonasi yang tepat
8
1
4. Mengungkapkan pikiran dan pengalaman dalam buku harian dan surat pribadi

4.1 Menulis pengalaman pribadi dalam buku harian de­ngan mem­perhatikan cara peng­ungkapan dan bahasa yang baik dan benar

·   Mampu menentukan pengalaman pribadi yang menarik
·   Mampu menuliskan pokok-pokok  pengalaman pribadi yang menarik yang terjadi di suatu hari!
·   Mampu mengembangkan pokok-pokok pengalaman pribadi menjadi tulisan yang ekspresif ke dalam buku harian
9
1
4. Mengungkapkan pikiran dan pengalaman dalam buku harian dan surat pribadi
4.2 Menulis su­rat pribadi dengan mem­perhatikan komposisi, isi, dan bahasa

·   Mampu menentukan perbedaan komposisi surat pribadi dengan surat resmi
·   Mampu menulis surat pribadi dengan bahasa yang komunikatif
·   Mampu menyunting surat
10
1
4. Mengungkapkan pikiran dan pengalaman dalam buku harian dan surat pribadi
4.3 Menulis teks peng-umuman dengan baha­sa yang efek­tif, baik, dan benar

·   Mampu menentukan pokok-pokok pengumuman
·   Mampu menulis teks pengumuman dengan bahasa yang efektif
·   Mampu menyunting teks pengumuman
11
1
5. Mengapresiasi dongeng yang diperdengarkan
5.1 Menemu-kan hal-hal yang mena­rik dari do­ngeng yang diper-dengarkan
·   Mampu menemukan ide-ide  menarik dari dongeng yang diperdengarkan
·   Mampu menyusun ide-ide menarik menjadi  hal-hal yang menarik dari dongeng
·   Mampu mengungkapkan hal-hal menarik dengan alasan yang logis
12
1
5. Mengapresiasi dongeng yang diperdengarkan
5.2 Menunjuk­kan relevansi isi dongeng de­ngan situa-si sekarang

·   Mampu menemukan isi di dalam dongeng yang telah diperdengarkan
·   Mampu menunjukkan relevansi isi dongeng didengar dengan situasi sekarang
13
1
6. Mengekspresikan pikiran dan perasaan melalui kegiatan bercerita
6.1 Bercerita de­ngan urutan yang baik, sua­ra, lafal, intonasi, ges­tur, dan mi­mik yang te­pat

·   Mampu menentukan pokok-pokok cerita
·   Mampu merangkai pokok-pokok cerita menjadi urutan cerita yang  baik dan menarik
·   Mampu bercerita dengan urutan yang baik,  suara, lafal, intonasi, gestur, dan mimik yang tepat

14
1
6. Mengekspresikan pikiran dan perasaan melalui kegiatan bercerita
6.2 Bercerita de­ngan alat pe­raga

·   Mampu menentukan pokok-pokok cerita
·   Mampu merangkai pokok-pokok cerita menjadi urutan cerita yang menarik
·   Mampu bercerita dengan meng­gu­na­kan alat peraga berdasarkan pokok-pokok cerita
15
1
7. Memahami isi berbagai teks bacaan sastra dengan membaca
7.1 Mencerita­kan kembali cerita anak yang dibaca

·   Mampu menentukan pokok-pokok cerita anak yang dibaca
·   Mampu merangkai pokok-pokok cerita anak menjadi urutan cerita
·   Mampu menceritakan kembali cerita dengan bahasa sendiri secara lisan dan/atau tulis.
16
1
7. Memahami isi berbagai teks bacaan sastra dengan membaca
7.2 Mengomen­tari buku ce­rita yang di­baca

·   Mampu menentukan unsur/bagian buku cerita yang akan dikomentari
·   Mampu mengomentari cerita dengan alasan yang logis dan bahasa yang santun
17
1
8. Mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengalaman melalui pantun dan dongeng

8.1 Menulis pan­tun yang se­suai dengan syarat-syarat pantun

·   Mampu menentukan syarat-syarat pantun
·   Mampu menulis pantun
·   Mampu menyunting pantun sendiri sesuai dengan syarat-syarat pantun

18
1
8. Mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengalaman melalui pantun dan dongeng
8.2 Menulis  kem­bali de­ngan bahasa sendiri do­ngeng yang pernah diba­ca atau dide­ngar
·   Mampu menentukan pokok-pokok dongeng
·   Mampu menulis dongeng berda­sarkan urutan pokok-pokok dongeng



            





PEMETAAN INDIKATOR

NAMA SEKOLAH          : ..............
KELAS                          : VII
SEMESTER                   : II
TAHUN PELAJARAN     :

NO
SEMESTER
STANDAR  KOMPETENSI
KOMPETENS DASAR
INDIKATOR
1
2
9.   Memahami wacana lisan melalui  kegiatan wawancara
9.1 Menyimpul­kan pikiran, pendapat, dan gagasan seorang to­koh/narasum-ber yang di­sam­paikan da­lam wa­wan­cara
·         Mampu mengidentifikasi pikiran, penda­pat, dan gagasan  yang dikemu­kakan narasumber
·         Mampu menyimpulkan pikiran, pen­dapat, dan gagasan nara­sumber
·         Mampu menuliskan informasi yang diperoleh dari wawancara yang didengarkan ke dalam bebe­rapa kalimat singkat

2
9.   Memahami wacana lisan melalui  kegiatan wawancara
9.2.Menuliskan dengan sing­kat hal-hal pen­ting yang dikemukakan narasumber dalam wa­wan­cara

·         Mampu mengidentifikasi hal-hal penting dari narasumber yang diwawan­carai
·       Mampu menuliskan hal-hal  pen­ting dari suatu wawancara de­ngan  bahasa yang komunikatif
2
2
10. Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman melalui kegiatan menanggapi cerita dan bertelepon
10.1. Mencerita-kan tokoh idola de­ngan mengemu-kakan ide­n­titas dan keunggulan tokoh, serta mengidolakan
   nya dengan pilihan kata yang se­suai
·         Mampu mengemukakan identitas tokoh
·         Mampu menentukan keunggulan tokoh dengan argumen yang tepat
·         Mampu menceritakan tokoh yang diidolakan dengan pedoman kelengkapan identitas tokoh

2
10. Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman melalui kegiatan menanggapi cerita dan bertelepon
10.2. Bertelepon dengan kalimat yang efektif dan bahasa yang santun
·         Mampu mendiskusikan tata cara bertelepon berdasarkan teks pembicaraan telepon
·         Mampu mendata kesalahan-kesa­lahan kalimat dalam bertelepon
·         Mampu bertelepon dengan ber­bagai mitra bicara sesuai dengan konteks
3
2
11. Memahami wacana tulis melalui kegiatan membaca intensif dan membaca memindai

11.1 Mengung-kap­kan hal-hal yang dapat diteladani dari buku biografi yang dibaca secara intensif
·         Mampu mengenal tokoh idola
·         Mampu menyimpulkan keistime­waan tokoh
·         Mampu mencatat hal-hal yang dapat diteladani dari kehidupan tokoh idola

2
11. Memahami wacana tulis melalui kegiatan membaca intensif dan membaca memindai
11.2 Menemukan gagasan utama dalam teks yang dibaca
·         Mampu mengungkapkan gagasan utama/ide pokok dalam setiap paragraf pada suatu teks bacaan
·         Mampu menunjukkan letak kali­mat utama dalam pa­ragraf pada teks bacaan

2
11. Memahami wacana tulis melalui kegiatan membaca intensif dan membaca memindai
11.3.Menemukan informasi seca­ra cepat dari tabel/diagram yang dibaca
·         Mampu mengenali bagian-bagian tabel/diagram
·         Mampu mengenali data dan informasi dalam tabel/diagram
·         Mampu menarasikan isi tabel/diagram
4
2
12. Mengungkapkan berbagai informasi dalam bentuk narasi dan pesan singkat
12.1 Mengubah  teks wawan­cara menjadi narasi dengan memperhatikan cara penulisan kalimat langsung dan tak langsung

·         Mampu mengubah kalimat langsung dalam wawancara menjadi kalimat tidak langsung
·         Mampu mengubah teks wawancara menjadi narasi
·         Mampu menyunting narasi sendiri atau teman

2
12. Mengungkapkan berbagai informasi dalam bentuk narasi dan pesan singkat
12.2 Menulis pesan singkat sesuai dengan isi, de­ngan menggu­nakan kalimat efektif dan ba­hasa yang san­tun

·         Mampu menulis pokok-pokok pesan singkat
·         Mampu menulis pesan singkat sesuai dengan konteks
·         Mampu menyempurnakan pesan singkat

2
13. Memahami pembacaan puisi

13.1Menanggapi cara pemba­caan puisi

·   Mampu mengemukakan pelafalan, intonasi, ekspresi  pem­baca puisi
·   Mampu mengomentari pemba­ca­an puisi
5
2
13. Memahami pembacaan puisi

13.2 Merefleksi isi puisi yang di­bacakan
·   Mampu menemukan isi puisi
·   Mampu mengaitkan kehidupan dalam puisi dengan kehidupan nyata siswa

2
14. Mengungkapkan tanggapan terhadap pembacaan  cerita pendek (cerpen)
14.1 Menanggapi cara pemba­caan cerpen

·   Mampu mengungkap pesan, cerpen yang dide­ngarkan
·   Mampu menanggapi cara pem­ba­caan cerpen
·   Mampu mengomentari lafal, in­tonasi, dan ekspresi pembacaan cer­pen

6
2
14. Mengungkapkan tanggapan terhadap pembacaan  cerita pendek (cerpen)
14..2 Menjelaskan hu­bungan la­tar suatu cer­pen  de­ngan realitas sosial

·   Mampu mengidentifikasi latar cerpen
·   Mendiskusikan latar cerpen dan keterkaitandengan realitas sosial.
·   Melaporkan hasil diskusi latar cerpen dan keterkaitan dengan realitas sosial.


2
15. Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan buku cerita anak
15.1 Membaca in­dah puisi de­ngan meng­gu­nakan ira­ma, volume suara, mimik, kinestik yang se­suai denga isi puisi
·   Mampu menandai penjedaan  dalam puisi yang akan dibacakan
·   Mampu membaca indah puisi

2
15. Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan buku cerita anak
15.2 Menemukan realitas kehi­dupan anak yang te­ref­lek­si dalam buku cerita anak baik asli mau­pun terje­mah­an
·   Mampu menuliskan perilaku, ke­biasaan yang ada dalam buku ce­rita anak
·    Mampu menemukan realitas kehidupan anak yang terefleksi dalam buku cerita anak.

2
16. Megungkapkan keindahan alam dan pengalaman melalui kegiatan menulis kreatif puisi
16.1  Menulis kreatif puisi berkena­an dengan ke­indahan alam
·         Mampu menulis kreatif puisi yang berisi keindahan alam.
·         Mampu menulis kreatif puisi  dengan pilihan kata yang tepat dan rima yang menarik
·   Mampu menyunting puisi yang di­tulis  sendiri  atau orang lain

2
16. Megungkapkan keindahan alam dan pengalaman melalui kegiatan menulis kreatif puisi
16.2 Menulis kreatif puisi berke­na­an dengan pe­ristiwa yang pernah dialami

·   Mampu menulis kreatif puisi berkaitan dengan peristiwa yang mengesankan.
·   Mampu menulis puisi dengan pi­lihan kata yang tepat dan rima yang menarik
Mampu menyunting puisi yang ditulis sendiri



                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                

                                                                                                                                                                                              Kepala Sekolah               

 

 



                                                                                                                                                                                     ……………………………………… 
                                                                                                                                                                                       NIP. ……………………………..        



PEMETAAN INDIKATOR

NAMA SEKOLAH          : ...............
KELAS                          : VIII
SEMESTER                   : I
TAHUN PELAJARAN     :

NO
SEMESTER
STANDAR  KOMPETENSI
KOMPETENS DASAR
INDIKATOR
1
I
1. Memahami wacana  lisan berbentuk laporan
1.1.Meng­­­ana­lisis laporan

·  Mampu menuliskan  pokok-pokok laporan yang diperdengarkan dengan kalimat singkat
·  Mampu menganalisis pola urutan waktu atau ruang dalam laporan yang diperdengarkan.
2
I
1.Memahami wacana  lisan berbentuk laporan
11.2          . Me­nang­gapi isi laporan

·  Mampu menanggapi laporan perjalanan teman dengan mengajukan pertanyaan atau pendapat
·  Mampu memberikan masukan terhadap laporan perjalanan tema
bebas.
3
I
2. Mengungkapkan berbagai informasi melalui wawancara dan presentasi laporan
2.1 Ber­wa­wan­­cara de­ngan nara­sumber dari berbagai kalangan dengan perhatikan etika ber­wawancara
·  Mampu membuat daftar  pokok-pokok pertanyaan untuk wawancara
·  Mampu melakukan wawancara dengan narasumber dari berbagai kalangan dengan memperhatikan etika berwawancara
4
I
2. Mengungkapkan berbagai informasi melalui wawancara dan presentasi laporan
2.2 Menya­mpaikan laporan se­cara lisan dengan ba­hasa yang baik dan benar
·  Mampu mencatat pokok-pokok laporan berdasarkan pola urutan waktu, ruang, atau topik
·  Mampu menyampaikan laporan secara lisan
5
I
3. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai, membaca cepat
3.1 Mene­mu­kan infor­masi seca­ra cepat dan tepat dari ensik­lopedi/
Bu­­­ku tele­pon de­ngan mem­baca me­mindai
·  Mampu menemukan subjek informasi secara cepat dan tepat
·  Mampu menemukan informasi secara cepat dan tepat
·  Mampu mengemukakan kembali informasi itu dengan bahasa sendiri
6
I
3. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai, membaca cepat
3.2 Mendes-kripsikan tem­pat atau arah dalam kon­teks yang se­benarnya se­suai de­ngan yang tertera dalam denah

·  Mampu membaca arah mata angin
·  Mampu memberikan penjelasan arah ke tempat yang dituju dari tempat yang paling dekat
·  Mampu mendeskripsikan arah ke tempat yang dituju
7
I
3. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai, membaca cepat
3.3 Menyim­pul­kan isi suatu teks dengan membaca ce­pat 250 kata per menit
·  Mampu mengukur kecepatan membaca untuk diri sendiri dan teman
·  Mampu menjawab pertanyaan dengan peluang ketepatan 75%
·  Mampu menyimpulkan isi teks bacaan
8
I
4. Mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan, surat dinas, dan petunjuk
4.1              Menulis laporan de­ngan baha­sa yang ba­ik dan be­nar
·  Mampu menyusun kerangka la­poran berdasarkan urutan ruang, waktu, atau tema
·  Mampu mengembangkan kerang­ka laporan dengan bahasa yang komunikatif
9
I
4. Mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan, surat dinas, dan petunjuk
4.2    Menulis surat dinas berkenaan de­ngan kegi­atan sekolah dengan sis­te­matika yang tepat dan bahasa baku
·  Mampu menentukan sistematika surat dinas
·  Mampu menulis surat dinas dengan bahasa baku
·  Mampu menyunting surat dinas
10
I
4. Mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan, surat dinas, dan petunjuk
4.3    Menulis petunjuk me­lakukan sesu­atu dengan urutan yang tepat dan meng­guna­kan bahasa yang efektif


·  Mampu mendata urutan melakukan sesuatu
·  Mampu menyimpulkan ciri-ciri bahasa petuntuk
·  Mampu menulis petunjuk dengan bahasa yang efektif
·  Menyunting bahasa petunjuk
11
I
5.Mengapresiasi pementasan drama
5.1 Menang­­-gapi unsur pementasan naskah dra­ma
o Mampu menentukan unsur-unsur pementasan drama
·  Mampu menanggapi tiap unsur dengan alasan yang logis
12
I
5.Mengapresiasi pementasan drama
5.2 Menge­valu­asi pemeran tokoh dalam pementasan drama
o Mampu menentukan karakter tiap tokoh
·  Mampu mengevaluasi pemeranan tokoh berdasarkan karakter yang seharusnya diperankan dengan alasan yang logis
13
I
6.Mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan bermain peran
6.1 Bermain peran sesuai dengan nas­kah yang di­tulis siswa
·  Mampu menentukan karakter tokoh dalam naskah yang telah ditulis siswa
·  Mampu memerankan tokoh sesuai karakter yang dituntut dengan lafal yang jelas dan  intonasi yang tepat
14
I
6.Mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan bermain peran
6.2 Bermain pe­ran dengan cara impro­vi­sasi sesuai de­ngan ke­rangka nas­kah yang di­tulis oleh sis­wa
·  Mampu menentukan karakter to­koh
·  Mampu berimprovisasi berdasar­kan kerangka naskah

15
I
7. Memahami teks drama dan novel remaja
7.1 Mengiden­tifika-si unsur intrinsik teks drama

·  Mampu menentukan unsur-unsur intrinsik teks drama
·  Mampu menganalisis teks drama berdasarkan unsur-unsur intrin­siknya
·  Menganalisis keterkaitan antar­unsur intrinsik dalam teks drama
16
I
7. Memahami teks drama dan novel remaja
7.2 Membuat sinopsis no­vel remaja Indonesi
·  Mampu menganalisis kerangka novel remaja yang dibaca
·  Mampu menyusun sinopsis cerita novel berdasarkan kerangka si­nopsis
17
I
8.  Mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui kegiatan menulis kreatif naskah drama
8.1 Menulis kreatif nas­kah drama sa­tu babak dengan mem­perhatikan keaslian ide

·  Mampu menyusun kerangka nas­kah drama yang mengandung ke­aslian ide.
·  Mampu mengembangkan ke­rang­ka cerita menjadi teks drama satu babak yang mengandung keas­li­an ide.


18
I
8.  Mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui kegiatan menulis kreatif naskah drama
8.2 Menulis kreatif nas­kah drama sa­tu babak de­ngan mem­perhatikan ka­idah penu­lisan naskah drama

·  Mampu menyusun kerangka cerita drama.
·  Mampu menulis naskah drama satu babak berdasarkan kerangka cerita drama dengan memperha-tikan kaidah penulisan naskah drama.



                                                                                                                                                                                              Kepala Sekolah               

 

 



                                                                                                                                                                                     ……………………………………… 
                                                                                                                                                                                       NIP. ……………………………          















PEMETAAN INDIKATOR

NAMA SEKOLAH          : .............
KELAS                          : VIII
SEMESTER                   : II
TAHUN PELAJARAN     :

NO
SEMESTER
STANDAR  KOMPETENSI
KOMPETENS DASAR
INDIKATOR
1
2
9.Memahami isi berita dari radio/televisi
9.1    Menemukan  pokok-pokok berita (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana) yang didengar dan atau ditonton  melalui radio/televisi
·     Mampu menemukan pernyataan-pernyataan yang merupakan jawaban dari pertanyaan pokok-pokok berita
·     Mampu menuliskan pokok-pokok berita dengan ejaan yang benar
2
2
9.Memahami isi berita dari radio/televisi
9.2.   Mengemukakan kembali berita yang didengar/ ditonton  melalui radio/televisi  
·     Mampu merangkai pokok-pokok berita  secara bervasiasi  menjadi teks berita
·     Mampu menyunting berita yang ditulis
3
2
10. Mengemukakan pikiran, persaan, dan informasi melalui kegiatan   diskusi dan protokoler    
10.1    Menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan penolakan  pendapat dalam diskusi disertai dengan bukti atau alasan
·     Mampu menentukan mekanisme diskusi
·     Mampu menyimpulkan etika dalam diskusi
·     Mampu menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan penolakan pendapat dalam diskusi dengan etika yang baik dan argumentatif
4
2
10.  Mengemukakan pikiran, persaan, dan informasi melalui kegiatan   diskusi dan protokoler    
10.2  Membawakan acara dengan bahasa yang baik dan benar, serta santun
·     Mampu menyimpulkan tata cara protokoler pembawa acara dalam berbagai acara
·     Mampu menunjukkan garis besar susunan acara
·     Mampu membawakan acara dengan bahasa yang baik dan benar serta santun sesuai dengan konteks acara
5
2
11. Memahami ragam wacana tulis dengan  membaca ekstensif, membaca intensif, dan membaca  nyaring
11.1 Menemukan  masalah utama dari beberapa berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif
·     Mampu mendata masalah-masalah dari tiap berita
·     Mampu menentukan masalah utama dari tiap berita
·     Mampu menyimpulkan kesamaan masalah melalui kegiatan membandingkan beberapa berita
6
2
11. Memahami ragam wacana tulis dengan  membaca ekstensif, membaca intensif, dan membaca  nyaring
11.2 Menemukan informasi untuk bahan diskusi melalui membaca intensif 
·     Mampu mendata informasi yang problematik dan atau  kontradiktif dari bacaan
·     Mampu merumuskan masalah dari data yang diperoleh  untuk bahan diskusi
7
2
11. Memahami ragam wacana tulis dengan  membaca ekstensif, membaca intensif, dan membaca  nyaring
11.3 Membacakan teks berita dengan intonasi yang tepat serta artikulasi dan volume suara yang jelas
·     Mampu memberi tanda penjeda­an dalam teks berita
·     Mampu membacakan teks berita dengan intonasi yang tepat, arti­kulasi dan volume suara yang je­las, serta ekspresi yang  sesuai dengan kontek
8
2
12. Mengungkapkan informasi dalam bentuk  rangkuman, teks berita, slogan/poster 
12.1 Menulis rangkuman isi buku ilmu pengetahuan populer
·     Mampu menulis pokok-pokok isi buku
·     Mampu merangkai pokok-pokok isi buku menjadi rangkuman
·     Menyunting rangkuman
9
2
12. Mengungkapkan informasi dalam bentuk  rangkuman, teks berita, slogan/poster 
12.2 Menulis teks berita secara singkat, padat, dan jelas

·     Mampu menyusun data pokok berita
·     Mampu merangkai data pokok-pokok berita menjadi berita yang singkat, padat, dan jelas
·     Mampu menyunting berita
10
2
12. Mengungkapkan informasi dalam bentuk  rangkuman, teks berita, slogan/poster 
12.3 Menulis slogan/poster untuk berbagai  keperluan dengan pilihan kata dan kalimat yang bervariasi, serta persuasif
·     Mampu menunjukkan jenis-jenis slogan/poster
·     Mampu menulis slogan/poster sesuai dengan konteks
·     Mampu menyunting slogan/poster
11
2
13. Memahami unsur intrinsik novel  remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan
13.1  Mengidentifikasi karakter tokoh novel remaja         (asli atau terjemahan) yang dibacakan
·   Mampu mendata tokoh utama dan sampingan dalam cuplikan novel
·   Mampu mengidentifikasi karakter tokoh disertai dengan bukti/alasan yang logis
12
2
13. Memahami unsur intrinsik novel  remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan
13.2  Menjelaskan tema dan latar novel remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan

·      Mampu menyimpulkan tema  cuplikan
·      Mampu mendata latar-latar yang ada dalam cuplikan novel

13
2
13. Memahami unsur intrinsik novel  remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan
13.1    Mendeskripsikan alur novel remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan   
·      Mampu mendata tahap-tahap alur cerita
·      Mampu menentukan alur dengan bukti deskripsi cerita pada setiap  tahapannya
14
2
14. Mengapresiasi kutipan novel remaja (asli atau terjemahan) melalui kegiatan diskusi
14.1 Mengomentari kutipan novel remaja (asli atau terjemahan)
·      Mampu mendata masalah-masalah yang perlu dikomentari
·      Mampu mengomentari novel dengan alasan yang logis
15
2
14. Mengapresiasi kutipan novel remaja (asli atau terjemahan) melalui kegiatan diskusi
14.2  Menanggapi hal yang menarik dari kutipan novel remaja (asli atau terjemahan)
·      Mampu mengemukakan hal yang menarik dari novel dengan alasan yang logis
·      Mampu menanggapi komentar  teman tentang novel dengan santun

16
2
15. Memahami buku novel remaja (asli atau terjemahan) dan antologi puisi 
15.1 Menjelaskan  alur cerita, pelaku, dan latar novel remaja (asli atau terjemahan)
·      Mampu menentukan karakter tokoh dengan bukti yang meyakinkan
·      Mampu menentukan latar novel dengan bukti yang faktual
·      Menganalisis keterkaitan antar­un­sur intrinsik dalam teks drama

17
2
15. Memahami buku novel remaja (asli atau terjemahan) dan antologi puisi 
15.2 Mengenali ciri-ciri umum puisi dari buku antologi puisi 
·      Mampu mendata hal-hal yang ber­sifat khusus dari puisi-puisi dalam antologi
·      Mampu mengidentifikasi ciri-ciri umum puisi yang terdapat di dalam antologi puisi

18
2
16. Mengungkapkan pikiran, dan perasaan dalam puisi bebas
16.1 Menulis puisi bebas dengan menggunakan pilihan kata yang sesuai 
·      Mampu mendata objek yang akan dijadikan bahan menulis puisi
·      Menulis puisi dengan  menggu­nakan pilihan kata yang tepat
·      Mampu menyunting sendiri pilihan kata puisi yang ditulis
19
2
16. Mengungkapkan pikiran, dan perasaan dalam puisi bebas
16.2  Menulis puisi bebas dengan memperhatikan unsur persajakan 
·      Mampu mendata objek yang akan dijadikan bahan untuk penulisan puisi
·      Mampu mendeskripsikan objek dalam larik-larik yang bersifat puitis
·      Mampu menyunting sendiri puisi yang ditulisnya



                                                                                                                                                                                              Kepala Sekolah               

 

 



                                                                                                                                                                                     …………………………………….. 
                                                                                                                                                                                       NIP. ……………………………..        


















PEMETAAN INDIKATOR

NAMA SEKOLAH          : .................
KELAS                          : IX
SEMESTER                   : I
TAHUN PELAJARAN: 2010 / 2011


NO
SEMESTER
STANDAR  KOMPETENSI
KOMPETENS DASAR
INDIKATOR
1
I
2. Memahami wacana  lisan berbentuk laporan
2.1.Meng­­­ana­lisis laporan

·  Mampu menuliskan  pokok-pokok laporan yang diperdengarkan dengan kalimat singkat
·  Mampu menganalisis pola urutan waktu atau ruang dalam laporan yang diperdengarkan.

2
I
1.Memahami wacana  lisan berbentuk laporan
11.3          . Me­nang­gapi isi laporan

·  Mampu menanggapi laporan perjalanan teman dengan mengajukan pertanyaan atau pendapat
·  Mampu memberikan masukan terhadap laporan perjalanan tema
bebas.
3
I
2. Mengungkapkan berbagai informasi melalui wawancara dan presentasi laporan
2.1 Ber­wa­wan­­cara de­ngan nara­sumber dari berbagai kalangan dengan perhatikan etika ber­wawancara
·  Mampu membuat daftar  pokok-pokok pertanyaan untuk wawancara
·  Mampu melakukan wawancara dengan narasumber dari berbagai kalangan dengan memperhatikan etika berwawancara
4
I
2. Mengungkapkan berbagai informasi melalui wawancara dan presentasi laporan
2.2 Menya­mpaikan laporan se­cara lisan dengan ba­hasa yang baik dan benar
·  Mampu mencatat pokok-pokok laporan berdasarkan pola urutan waktu, ruang, atau topik
·  Mampu menyampaikan laporan secara lisan
5
I
3. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai, membaca cepat
3.1 Mene­mu­kan infor­masi seca­ra cepat dan tepat dari ensik­lopedi/
Bu­­­ku tele­pon de­ngan mem­baca me­mindai

·  Mampu menemukan subjek informasi secara cepat dan tepat
·  Mampu menemukan informasi secara cepat dan tepat
·  Mampu mengemukakan kembali informasi itu dengan bahasa sendiri
6
I
3. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai, membaca cepat
3.2 Mendes-kripsikan tem­pat atau arah dalam kon­teks yang se­benarnya se­suai de­ngan yang tertera dalam denah


·  Mampu membaca arah mata angin
·  Mampu memberikan penjelasan arah ke tempat yang dituju dari tempat yang paling dekat
·  Mampu mendeskripsikan arah ke tempat yang dituju
7
I
3. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai, membaca cepat
3.3 Menyim­pul­kan isi suatu teks dengan membaca ce­pat 250 kata per menit
·  Mampu mengukur kecepatan membaca untuk diri sendiri dan teman
·  Mampu menjawab pertanyaan dengan peluang ketepatan 75%
·  Mampu menyimpulkan isi teks bacaan
8
I
4. Mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan, surat dinas, dan petunjuk
4.4              Menulis laporan de­ngan baha­sa yang ba­ik dan be­nar
·  Mampu menyusun kerangka la­poran berdasarkan urutan ruang, waktu, atau tema
·  Mampu mengembangkan kerang­ka laporan dengan bahasa yang komunikatif
9
I
4. Mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan, surat dinas, dan petunjuk
4.5    Menulis surat dinas berkenaan de­ngan kegi­atan sekolah dengan sis­te­matika yang tepat dan bahasa baku

·  Mampu menentukan sistematika surat dinas
·  Mampu menulis surat dinas dengan bahasa baku
·  Mampu menyunting surat dinas
10
I
4. Mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan, surat dinas, dan petunjuk
4.6    Menulis petunjuk me­lakukan sesu­atu dengan urutan yang tepat dan meng­guna­kan bahasa yang efektif


·  Mampu mendata urutan melakukan sesuatu
·  Mampu menyimpulkan ciri-ciri bahasa petuntuk
·  Mampu menulis petunjuk dengan bahasa yang efektif
·  Menyunting bahasa petunjuk
11
I
5.Mengapresiasi pementasan drama
5.1 Menang­­-gapi unsur pementasan naskah dra­ma
o Mampu menentukan unsur-unsur pementasan drama
·  Mampu menanggapi tiap unsur dengan alasan yang logis

12
I
5.Mengapresiasi pementasan drama
5.2 Menge­valu­asi pemeran tokoh dalam pementasan drama
o Mampu menentukan karakter tiap tokoh
·  Mampu mengevaluasi pemeranan tokoh berdasarkan karakter yang seharusnya diperankan dengan alasan yang logis
13
I
6.Mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan bermain peran
6.1 Bermain peran sesuai dengan nas­kah yang di­tulis siswa
·  Mampu menentukan karakter tokoh dalam naskah yang telah ditulis siswa
·  Mampu memerankan tokoh sesuai karakter yang dituntut dengan lafal yang jelas dan  intonasi yang tepat
14
I
6.Mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan bermain peran
6.2 Bermain pe­ran dengan cara impro­vi­sasi sesuai de­ngan ke­rangka nas­kah yang di­tulis oleh sis­wa
·  Mampu menentukan karakter to­koh
·  Mampu berimprovisasi berdasar­kan kerangka naskah

15
I
7. Memahami teks drama dan novel remaja
7.1 Mengiden­tifika-si unsur intrinsik teks drama

·  Mampu menentukan unsur-unsur intrinsik teks drama
·  Mampu menganalisis teks drama berdasarkan unsur-unsur intrin­siknya
·  Menganalisis keterkaitan antar­unsur intrinsik dalam teks drama
16
I
7. Memahami teks drama dan novel remaja
7.2 Membuat sinopsis no­vel remaja Indonesi
·  Mampu menganalisis kerangka novel remaja yang dibaca
·  Mampu menyusun sinopsis cerita novel berdasarkan kerangka si­nopsis
17
I
8.  Mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui kegiatan menulis kreatif naskah drama
8.1 Menulis kreatif nas­kah drama sa­tu babak dengan mem­perhatikan keaslian ide

·  Mampu menyusun kerangka nas­kah drama yang mengandung ke­aslian ide.
·  Mampu mengembangkan ke­rang­ka cerita menjadi teks drama satu babak yang mengandung keas­li­an ide.


18
I
8.  Mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui kegiatan menulis kreatif naskah drama
8.2 Menulis kreatif nas­kah drama sa­tu babak de­ngan mem­perhatikan ka­idah penu­lisan naskah drama

·  Mampu menyusun kerangka cerita drama.
·  Mampu menulis naskah drama satu babak berdasarkan kerangka cerita drama dengan memperha-tikan kaidah penulisan naskah drama.



                                                                                                                                                                                                 Mengetahui

                                                                                                                                                                                                 Kepala Sekolah

 



                                                                                                                                                                                         ……………………………………….
                                                                                                                                                                                         NIP. ………………………….